Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengundurkan diri pada Senin (27/7/2026), menurut laporan dari mediaindonesia.com. Pengunduran diri ini menimbulkan perhatian terhadap stabilitas nilai tukar rupiah, yang terpantau melemah pada hari yang sama. Rupiah ditutup pada level Rp18.009 per dolar AS, turun 46 poin atau sekitar 0,26 persen, menurut inews.id.

Ekonom dari Permata Bank, Josua Pardede, menilai bahwa pengunduran diri Perry bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan tekanan pada rupiah. Namun, beberapa ahli ekonom seperti Yusuf Rendy Manilet dari CORE mengatakan bahwa penggantinya akan tetap menjaga kestabilan nilai tukar, menurut jpnn.com. Selain itu, Purbaya, sebagai Ketua KSSK, dijadwalkan untuk bertemu dengan pimpinan BI setelah pengunduran diri Perry, menurut tirto.id.

Perry Warjiyo juga memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 80,5 miliar, dengan sebagian besar berasal dari aset tanah dan bangunan, menurut m.vidio.com. Penggantinya akan diharapkan memiliki rekam jejak yang kuat dan independen, menurut viva.co.id.