Tujuh tahun telah berlalu sejak pembangunan LRT City di Indonesia dijanjikan, namun hingga kini proyek tersebut masih belum terealisasi. Konsumen yang telah memesan unit apartemen ini hanya mendapati lahan kosong yang ditumbuhi rumput dan janji yang tidak terpenuhi. Situasi ini menggambarkan keadaan yang buruk dari pengembangan properti berupa inden di Indonesia.

Banyak warga yang membeli unit apartemen LRT City dengan harapan akan mendapatkan fasilitas transportasi yang memudahkan kehidupan sehari-hari. Namun, hingga kini tidak ada tanda-tanda bahwa proyek tersebut akan segera terealisasi. Sebaliknya, pengembang terkesan mengabaikan komitmen yang telah dijanjikan kepada para pembeli.

Kondisi ini memicu kekecewaan dan kebingungan di kalangan konsumen. Mereka merasa tertipu dan kehilangan kepercayaan terhadap pengembang. Situasi ini menjadi contoh bagaimana proyek pengembangan properti di Indonesia masih banyak menghadapi tantangan dan kelemahan dalam pemerintahan serta pengelolaan proyek.