BPS melaporkan produksi gabah kering giling pada Juni 2026 mencapai 4,29 juta ton, naik 7% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini terjadi meski luas panen padi mencapai 0,84 juta hektare, meningkat 6,93 persen dari tahun sebelumnya. Data ini menunjukkan adanya peningkatan produktivitas di sektor pertanian padi di Indonesia.
Peningkatan produksi gabah kering giling di Jawa Barat dan Jawa Tengah menjadi faktor utama kenaikan tersebut. Wilayah-wilayah tersebut dikenal sebagai penghasil utama padi di Indonesia. Meski demikian, BPS mengingatkan bahwa fluktuasi harga dan kondisi cuaca tetap menjadi tantangan bagi petani.
BPS juga menyatakan bahwa kenaikan produksi ini membawa dampak positif bagi pasokan beras di pasar. Namun, pihaknya masih memantau kondisi harga dan permintaan di tengah masyarakat. Data ini menjadi dasar bagi kebijakan pemerintah dalam menstabilkan harga pangan.






















