Pemerintah Amerika Serikat diduga terlibat dalam rencana pemindahan pendatang ke wilayah Ceuta, Maroko, menurut sumber yang menyebutkan bahwa Donald Trump, presiden Amerika Serikat, dan pemerintahnya telah diberi informasi tentang keberangkatan ribuan pendatang ke wilayah tersebut. Sumber ini menyatakan bahwa Trump dan pemerintah Amerika Serikat diberitahu tentang keberangkatan pendatang tersebut, yang terjadi beberapa minggu terakhir.

Beberapa laporan menunjukkan bahwa keberangkatan pendatang ke Ceuta memicu ketegangan antara Spanyol dan Italia, dengan Spanyol memperketat pemeriksaan perbatasan terhadap Italia. Situasi ini semakin memburuk karena laporan bahwa pemerintah Amerika Serikat tidak mengambil langkah tegas untuk menghentikan keberangkatan pendatang tersebut.

Selain itu, ada laporan yang menyebutkan bahwa hubungan antara Trump dan pemerintah Maroko, yang dipimpin oleh Raja Mohamed VI, semakin kuat, dan bisa memengaruhi kebijakan terkait wilayah Ceuta dan Melilla. Beberapa analis menilai bahwa kebijakan ini bisa memperkuat posisi Maroko dalam menguasai wilayah tersebut.

Sementara itu, ada juga laporan yang mengkritik pemerintah Spanyol karena dianggap tidak responsif terhadap isu keberangkatan pendatang ke Ceuta. Beberapa laporan menyebutkan bahwa informasi tentang keberangkatan pendatang sudah diketahui oleh lembaga intelijen, namun tidak ada tindakan nyata yang diambil.

Sources
  • dv.is — Telja að Trump hafi verið með í ráðum um streymi flóttamannana til Ceuta
  • news.google.co.in — Sanchez vs Meloni: Spain imposes Italy border checks as Ceuta migrant row escalates - The Times of India
  • Libertad Digital — Trump blinda su alianza con Marruecos y avala los planes de Mohamed VI en el Sáhara en plena invasión de Ceuta
  • Málaga Hoy — Sé un poco de palabras