Pekerja konstruksi di Nepal mengungkapkan momen ketakutan saat banjir maut melanda daerah tersebut. Mereka menggambarkan keadaan kritis saat aliran lumpur dan batu menghancurkan kota-kota dan jalan raya. Bencana ini terjadi pada 26 Agustus 2026, menyebabkan kerusakan besar di wilayah perbatasan Nepal dan Tibet.

Perusahaan teknologi besar seperti Apple berkomitmen memberikan bantuan finansial untuk pemulihan. Tim Cook, CEO Apple, mengumumkan dukungan finansial untuk korban banjir. Pemulihan masih berlangsung, dengan tim penyelamat terus mencari korban yang masih hilang.

Korban jiwa terus bertambah, dengan jumlah korban meninggal mencapai lebih dari 500 orang. Lebih dari 1.500 orang masih dalam pencarian. Pemerintah Nepal dan Tiongkok berupaya keras untuk menangani situasi darurat.

Organisasi kemanusiaan juga bergerak untuk membantu korban. Mereka mengumpulkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar korban. Pencarian terus berlangsung, dengan harapan dapat menemukan seluruh korban yang masih hilang.