Khairul Aming, seorang pengusaha dan pengaruh media sosial, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kritik yang muncul dari sejumlah netizen yang menyebut usahanya sebagai bentuk kapitalisme. Ia mengatakan bahwa bisnisnya tidak bertujuan untuk menyakitkan hati orang lain, dan ia meminta maaf jika ada pihak yang merasa terganggu.
Dalam sebuah postingan di media sosial, Khairul Aming menjelaskan bahwa ia selalu berusaha untuk memberikan nilai tambah kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa tujuan utamanya adalah membangun bisnis yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi banyak pihak.
Meski ada kritik yang cukup keras, Khairul Aming tetap berusaha menjaga hubungan baik dengan konsumen dan penggemarnya. Ia berharap masyarakat dapat memahami bahwa bisnis adalah bagian dari kehidupan sehari-hari dan tidak selalu bisa dihindari.
Kritik tersebut muncul setelah beberapa waktu terakhir, di mana ia aktif dalam berbagai proyek bisnis yang dianggap oleh sebagian orang sebagai bentuk eksploitasi.













