Usai salat Subuh, Haykal Kamil menemukan teras rumahnya di Jakarta penuh dengan debu kasar. Ia menduga partikel tersebut berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Menurut cerita Haykal, debu yang menumpu rumahnya terasa lebih kasar dibandingkan debu biasa yang sering menerpa wilayah Jakarta. Ia mengatakan partikel tersebut mungkin berasal dari material vulkanik yang terlempar ke arah kota.

Beberapa warga sekitar juga melaporkan fenomena serupa, meski belum ada indikasi kerusakan signifikan. Pihak berwenang masih memantau kondisi Gunung Anak Krakatau dan memastikan tidak ada ancaman terhadap kehidupan warga. Letusan Gunung Anak Krakatau sebelumnya telah memicu kekhawatiran terkait dampak lingkungan dan kesehatan.