Penemuan 995 senjata api di sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan memicu respons cepat dari pihak berwajib. Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa dari total 996 senjata yang ditemukan, hanya satu yang dianggap sebagai senjata api sejati, sementara ratusan lainnya merupakan senapan angin impor (viva.co.id). Pemilik senjata, yang diduga telah meninggal dunia, menjadi fokus pemeriksaan penyidik (mediaindonesia.com).
Pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan indikasi peredaran senjata api ilegal di sekolah tersebut. Penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan ketua yayasan sekolah yang diduga bertanggung jawab atas penyimpanan senjata tersebut (vidio.com). Sementara itu, anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta aparat hukum mengusut tuntas kasus temuan senjata dan narkoba di sekolah tersebut (jpnn.com).
Kepolisian menekankan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap lebih lanjut latar belakang penemuan tersebut. Pihak yayasan juga telah membuka ruangan mantan ketua pengurus sebagai langkah awal investigasi (inews.id).


























