Kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, terus membesar hingga mencapai luas sekitar 196 hektare. Pemadaman api saat ini masih berlangsung dengan menggunakan metode water bombing melalui helikopter, meski masih menghadapi kendala cuaca. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan angin kencang menjadi penghambat utama dalam upaya pemadaman.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa helikopter water bombing dioptimalkan untuk memadamkan api di lereng Gunung Bromo. Ia juga menyerahkan penyelidikan penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada aparat penegak hukum. Diduga, kebakaran ini disebabkan oleh aktivitas manusia.
Selama pemadaman berlangsung, akses wisata ke Gunung Bromo ditutup sementara untuk memastikan keselamatan pengunjung serta efektivitas upaya pemadaman. Pemerintah terus memantau perkembangan kebakaran dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.






















