Pengungsi di Jalur Gaza menghadapi kondisi yang semakin memburuk akibat gelombang panas musim panas. Mereka terjebak dalam kamp pengungsian dengan persediaan air yang terbatas, membuat kehidupan mereka semakin sulit. Di dekat pelabuhan Gaza, warga berusaha mengatasi suhu yang sangat tinggi dengan cara sederhana, seperti menyiramkan air ke tubuh anak-anak dan membasahi terpal tenda untuk menciptakan efek sejuk. (vidio.com)
Beberapa pengungsi menggunakan kardus sebagai alat pendingin darurat, mencoba mengurangi panas yang menggerogoti tubuh mereka. Namun, upaya ini tidak cukup untuk mengatasi krisis air yang terus berlangsung. Banyak warga mengeluh kesulitan mendapatkan air untuk keperluan sehari-hari, termasuk mandi dan membersihkan diri. (vidio.com)
Kondisi ini memperparah penderitaan pengungsi yang sudah terpuruk akibat konflik berkepanjangan. Kekurangan air dan panas ekstrem menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan kenyamanan mereka. Situasi ini memperlihatkan krisis humaniter yang terus berlanjut di Jalur Gaza. (vidio.com)























