Anwar Ibrahim diduga memanfaatkan kerjasama antara Parti Aksi Sosial (Pas) dan Umno untuk memperoleh kuasa, menurut kritik dari Amanah. Laporan dari Utusan Malaysia menyebutkan bahwa aliansi ini dianggap hanya sebagai alasan untuk mengumpulkan suara Melayu. Pernyataan ini muncul dalam konteks politik yang semakin ketat di Malaysia, di mana berbagai pihak berusaha memperkuat posisi mereka.

Anwar, yang merupakan tokoh penting dalam Parti Keadilan Rakyat (PKR), dituduh menggunakan strategi penyatuan Melayu sebagai cara untuk memperoleh dukungan lebih luas. Amanah, yang merupakan partai oposisi, menekankan bahwa kerjasama antara Pas dan Umno tidak benar-benar bersifat kooperatif, melainkan hanya untuk memperoleh keuntungan politik.

Kritik ini muncul setelah beberapa minggu terakhir di mana aliansi politik di Malaysia semakin dinamis. Beberapa pihak menilai bahwa langkah ini bisa memengaruhi hasil pemilihan yang akan datang. Meski demikian, tidak ada indikasi bahwa Anwar telah melakukan tindakan ilegal atau melanggar aturan hukum.

Kebijakan dan strategi politik di Malaysia terus menjadi topik hangat, terutama dalam konteks perubahan kekuasaan dan kepentingan kelompok etnis. Pemantauan terhadap dinamika politik tetap diperlukan untuk memahami dampak jangka panjang dari aliansi-aliansi yang terbentuk.