Pemasangan Jalur Gemilang tanpa bintang dan bulan di Batu Burung, Terengganu, tidak disengajakan, demikian diberitakan oleh Utusan Malaysia. Menurut laporan tersebut, jalur tersebut dipasang oleh pemimpin Parti Amanah (PAS) sebagai simbol kebangsaan, tetapi tidak sengaja tidak termasuk bintang dan bulan.
Pemimpin PAS yang terlibat dalam pemasangan tersebut mengakui bahwa mereka tidak menyadari bahwa simbol Jalur Gemilang yang dipasang tidak lengkap. Mereka menyatakan bahwa tujuan utama adalah untuk menunjukkan semangat kebangsaan dan keadilan.
Kepala Daerah Terengganu, yang diberitakan oleh Utusan Malaysia, meminta agar pihak terkait segera memperbaiki kesalahan tersebut. Ia menekankan pentingnya keakuratan simbol-simbol nasional dalam konteks kebangsaan.
Pemasangan Jalur Gemilang yang tidak lengkap ini menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat. Beberapa warga mengkritik kekeliruan tersebut, sementara yang lain memahami kesalahan yang terjadi.






















