Pemerintah mengambil langkah untuk memadamkan kebakaran hutan di Taman Nasional Bromoceduk (TNBTS) dengan operasi modifikasi cuaca. Menurut Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, jumlah titik api di area tersebut telah berkurang menjadi dua dari sebelumnya 34 titik. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mempercepat pemadaman dan mencegah penyebaran api lebih luas (mediaindonesia.com).
Kebakaran di Bromo terjadi kembali, menimbulkan kritik terhadap strategi konservasi yang dianggap masih reaktif. Para ahli menilai bahwa pemerintah perlu mengubah pendekatan dengan menerapkan strategi preventif dan meningkatkan tata kelola lingkungan secara lebih baik. Pendekatan ini dianggap lebih efektif untuk menghindari kejadian serupa di masa depan (tirto.id).
Pemerintah juga ditegaskan perlu meningkatkan kerja sama dengan pihak terkait, termasuk masyarakat setempat, untuk memastikan keberlanjutan upaya pemadaman dan pencegahan. Langkah modifikasi cuaca diharapkan bisa menjadi bagian dari solusi jangka pendek, sementara perbaikan tata kelola lingkungan menjadi fokus jangka panjang.

























