Masyarakat Kabupaten Belitung Timur menggelar aksi unjuk kekuatan untuk menuntut penjagaan kondusifitas wilayah setelah kejadian yang menimbulkan ketegangan di sekitar operasi tambang PT Timah. Aksi tersebut berlangsung di beberapa titik strategis di wilayah tersebut, dengan peserta berjumlah ratusan orang yang menuntut transparansi dan keadilan dalam pengelolaan sumber daya alam.
PT Timah, sebagai salah satu perusahaan tambang terbesar di Indonesia, telah mengeluarkan pernyataan resmi untuk menanggapi aksi tersebut. Dalam pernyataan yang dikeluarkan, perusahaan menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjaga keamanan dan stabilitas di wilayah operasionalnya. Namun, pihak perusahaan juga menegaskan bahwa aksi massa harus dilakukan secara damai dan tidak mengganggu proses operasional (jpnn.com).
Selain itu, pihak kepolisian setempat juga turut memberikan pernyataan bahwa mereka telah melakukan pengawasan ketat terhadap kegiatan aksi tersebut. Pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka siap mengambil langkah tegas jika aksi tersebut mengganggu ketertiban umum. Aksi ini menunjukkan ketegangan yang terus meningkat antara masyarakat dan perusahaan tambang di wilayah tersebut.
























