Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.694 per dolar AS pada Selasa (15/9). Pergerakan mata uang ini terjadi di tengah perhatian pasar terhadap tantangan fiskal yang dihadapi oleh Suahasil Nazara, calon Menteri Keuangan baru. Kebijakan fiskal yang akan dijalankan oleh Nazara menjadi sorotan karena dianggap berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi.
Analisis pasar menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap defisit anggaran dan utang pemerintah menjadi faktor utama yang memengaruhi nilai rupiah. Selain itu, kebijakan moneter Bank Indonesia juga dinilai masih memerlukan kejelasan dalam menghadapi tekanan inflasi. Dengan adanya perubahan posisi Menteri Keuangan, pasar menantikan langkah-langkah konkret yang akan diambil untuk memperkuat kepercayaan investor.
Kebijakan fiskal yang akan diusung Nazara diharapkan mampu menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan pengendalian defisit. Namun, tantangan utama tetap terletak pada keterbatasan anggaran dan kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan negara.



















