Studi yang dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan bahwa beban ekonomi akibat penyakit demam berdarah di Indonesia mencapai Rp9 triliun pada tahun 2024. Penyakit ini tidak hanya menimbulkan dampak kesehatan, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap kerugian ekonomi nasional. Penelitian ini menekankan pentingnya vaksinasi dan strategi pencegahan yang terintegrasi untuk meminimalkan dampak negatif dari penyakit ini.
Kebutuhan vaksinasi menjadi solusi strategis untuk meningkatkan ketahanan ekonomi. Dengan meningkatkan kekebalan masyarakat, risiko penyebaran demam berdarah dapat dikurangi, sehingga mengurangi beban biaya pengobatan dan kehilangan produktivitas. Selain itu, pencegahan yang efektif juga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Peneliti menyarankan pemerintah dan lembaga kesehatan untuk memperkuat program vaksinasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang cara mencegah penyakit ini. Langkah-langkah ini diperlukan untuk memastikan bahwa dampak ekonomi dari demam berdarah dapat dikurangi secara signifikan.


























