Tingkat penggunaan kamar hotel bintang di Jawa Timur mencapai 52,72 persen pada Juli 2026, menurun dibandingkan periode sebelumnya. Data ini dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat penurunan terutama dari okupansi hotel bintang tiga dan empat. Penurunan tersebut diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perubahan pola wisatawan dan kondisi ekonomi nasional.

BPS menjelaskan bahwa penurunan okupansi hotel berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Meski demikian, beberapa hotel bintang lima masih menunjukkan peningkatan tingkat hunian. Pihak terkait sedang melakukan evaluasi untuk meningkatkan daya tarik wisatawan.

Kondisi ini menunjukkan tantangan bagi industri hotel di Jatim, terutama dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat. Pemerintah daerah sedang mencari solusi untuk meningkatkan jumlah pengunjung dan memulihkan kondisi sektor pariwisata.