Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 masih menyisakan dampak signifikan. Empat hari setelah gempa utama, guncangan susulan terus menghantui wilayah tersebut. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terdapat 2.768 gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 1,1 hingga 6,2. Gempa-gempa ini menambah ketidaknyamanan bagi warga yang masih berada di daerah terdampak.

Pemerintah telah mengambil langkah untuk menangani dampak bencana. Kementerian Sosial menyiapkan santunan sebesar Rp15 juta bagi ahli waris korban tewas. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan dana sebesar Rp44 miliar untuk penanganan darurat. Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan dasar seperti perlindungan, pangan, dan kebutuhan medis.

Beberapa warga mengalami kesulitan akibat gempa. Seorang ibu bernama Maria Florida harus melahirkan di tengah guncangan. Kejadian ini menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat di NTT. Pemerintah dan lembaga terkait terus berupaya mempercepat penanganan dan pemulihan.