Pemerintah Indonesia menyalurkan dana sebesar Rp 44 miliar untuk penanganan bencana akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Dana tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan untuk korban yang terdampak gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Gempa susulan masih terus mengguncang wilayah tersebut, memperparah kondisi darurat.
Banyak warga mengalami kesulitan, termasuk pengungsi yang jumlahnya kini mencapai 59.647 orang. Evakuasi terkendala akses jalan yang rusak, membuat upaya penyelamatan menjadi lebih rumit. Beberapa korban sempat tertimbun puing bangunan sebelum berhasil diselamatkan.
Di tengah krisis, ada cerita haru tentang seorang ibu yang melahirkan di tengah gempa. Keberanian warga dan upaya tim penyelamat terus berlangsung. Pemerintah berupaya mempercepat penanganan darurat, meski tantangan masih banyak.
Pengungsi dan korban terus membutuhkan bantuan, baik logistik maupun medis. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan di area pengungsian.


























