Indonesia mengecam keras sikap Israel yang menolak rencana pemulihan 15 poin untuk Jalur Gaza. Pemerintah Indonesia menilai tindakan Israel tersebut merupakan upaya menggagalkan kesepakatan internasional. Rencana pemulihan tersebut dianggap sebagai langkah kolektif komunitas dunia untuk memulihkan kehidupan masyarakat Palestina.

Kecaman Indonesia datang setelah Israel menolak rencana pemulihan yang telah disusun oleh pihak internasional. Langkah Israel ini dianggap menghambat upaya perdamaian di wilayah tersebut. Pemerintah Indonesia menekankan pentingnya dialog dan kesepakatan bersama untuk mencapai solusi yang adil bagi rakyat Palestina.

Kebijakan Israel menolak rencana pemulihan juga memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik di wilayah Gaza. Indonesia menyerukan kepatuhan terhadap prinsip hukum internasional dan perlindungan hak-hak warga sipil. Pemulihan Jalur Gaza dianggap sebagai langkah penting untuk kembali ke normalitas bagi masyarakat setempat.