Stres akibat pekerjaan ternyata tidak hanya memengaruhi kesehatan mental dan produktivitas. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa tekanan kerja yang tinggi juga meningkatkan risiko disfungsi ereksi pada pria muda. Studi ini dilakukan di Jakarta dan melibatkan ribuan responden. Hasil menunjukkan bahwa pria yang mengalami stres kerja berat memiliki risiko 10 kali lipat dibandingkan mereka yang tidak mengalami stres.
Faktor-faktor seperti jam kerja yang berlebihan, kurangnya waktu istirahat, dan tekanan untuk mencapai target kerja menjadi penyebab utama. Peneliti menekankan bahwa stres tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi kualitas hubungan seksual.
Meski belum ada solusi langsung, beberapa ahli menyarankan perusahaan untuk menerapkan kebijakan yang mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Kebijakan seperti jadwal kerja fleksibel dan program kesehatan mental bisa menjadi langkah awal untuk mengurangi dampak negatif stres kerja.



























