Tangisan histeris mengiringi aksi penolakan warga terhadap penertiban bangunan liar di Karet Tengsin, Jakarta Pusat. Protes ini terjadi setelah pihak berwenang melakukan pembersihan bangunan yang berdiri di atas saluran air. Warga menganggap bangunan tersebut telah lama digunakan sebagai area parkir dan tempat berdagang, sehingga tidak bisa diterima tiba-tiba dirobohkan.
Beberapa warga berusaha menghadang petugas penertiban dengan emosi tinggi. Mereka menolak kebijakan tersebut karena merasa kehilangan tempat usaha dan tempat tinggal. Meski mendapat penolakan keras, pihak berwenang tetap melanjutkan penertiban bangunan liar tersebut.
Aksi ini menunjukkan ketegangan antara pemerintah dan masyarakat terkait pengelolaan lahan di kawasan Jakarta Pusat. (vidio.com)


























