Tayo, Duri, dan Dana menemukan walkie-talkie aneh di dalam bus pada 14 Agustus 2026. Mereka mendengar sinyal darurat hewan yang terancam bahaya, tetapi orang dewasa tidak bisa mendengarnya. Ketiga anak itu memutuskan untuk menjadi "Para Penyelamat Hewan" dan pergi menyelamatkan hewan-hewan yang terancam di seluruh kota.

Mereka mengunjungi berbagai tempat di kota, seperti kandang hewan, taman, dan area terbuka, untuk menemukan hewan yang membutuhkan bantuan. Mereka menggunakan walkie-talkie untuk berkomunikasi dan membantu hewan-hewan tersebut. Cerita ini menunjukkan keberanian dan kepedulian anak-anak terhadap hewan yang terancam.

Kisah ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama anak-anak, untuk peduli pada hewan dan lingkungan sekitar. Tayo, Duri, dan Dana menunjukkan bahwa anak-anak juga bisa berkontribusi dalam menyelamatkan nyawa.