Basarnas menggerakkan operasi pencarian penuh untuk menemukan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Operasi ini dilakukan setelah kontak dengan para korban terputus tiba-tiba. Pencarian dilakukan dengan memanfaatkan berbagai alat dan kapal yang dimiliki oleh lembaga tersebut.
Korban hilang kontak tersebut sedang melakukan laporan lapangan di area yang rawan gempa. Gunung Anak Krakatau dikenal sering mengalami aktivitas vulkanik yang bisa memicu perubahan kondisi laut. Pencarian saat ini masih dalam proses, dengan tim terus memantau kondisi cuaca dan arus laut.
Selat Sunda menjadi jalur penting bagi banyak kapal, termasuk yang melakukan laporan jurnalistik. Kehilangan kontak ini menimbulkan kekhawatiran akan keamanan di wilayah tersebut. Basarnas terus berupaya memastikan keberadaan para korban dengan memanfaatkan teknologi dan informasi terkini.




























