Pakar vulkanologi dari Universitas Gadjah Mada, Prof. Agung Harijoko, menjelaskan bahwa erupsi beberapa gunung api secara bersamaan secara ilmiah dimungkinkan. Menurutnya, fenomena ini bisa terjadi karena aktivitas geologis yang kompleks dan saling terkait.
Indonesia memiliki lebih dari 130 gunung api, sebagian besar terletak di sepanjang jalur subduksi Pasifik. Aktivitas vulkanik di wilayah ini sering kali saling memengaruhi, sehingga erupsi bersamaan bisa terjadi dalam skala tertentu.
Namun, kata Prof. Agung, mitigasi bencana tetap menjadi tantangan besar. Pemantauan dan peringatan dini harus ditingkatkan agar masyarakat bisa beradaptasi dengan cepat. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.
Kebijakan mitigasi yang efektif dianggap kunci untuk meminimalkan dampak erupsi, terutama di daerah rawan. Prof. Agung juga menyarankan penelitian lebih lanjut untuk memahami pola erupsi yang bisa memengaruhi kehidupan masyarakat.




























