BI mencatat jumlah fasilitas kredit yang belum ditarik debitur mencapai Rp2,548 triliun per Juli 2026. Angka ini menyumbang 21,8% dari total plafon kredit yang ditetapkan. Fasilitas kredit ini mencakup berbagai jenis pinjaman seperti kredit usaha, kredit konsumsi, dan kredit perumahan.
Pemerintah dan lembaga keuangan terus mendorong penggunaan kredit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, tingkat penarikan kredit masih tergantung pada kondisi pasar dan kebijakan moneter. BI juga memantau tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi untuk menyesuaikan kebijakan keuangan.
Kebijakan BI terus diarahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. Meski jumlah kredit yang belum ditarik masih tinggi, BI memastikan bahwa sistem keuangan tetap sehat dan siap menghadapi dinamika pasar.






























