Nyanyian paus sirip, yang dikenal memiliki jangkauan suara hingga ratusan kilometer di bawah permukaan laut, kini menjadi perhatian ilmuwan. Peneliti menemukan bahwa frekuensi dan pola nyanyian hewan laut ini dapat memberikan indikasi awal tentang kekuatan badai yang mungkin terjadi. Dengan menggunakan sensor mutakhir, mereka mampu mengukur variasi suara paus sirip dan menghubungkannya dengan perubahan tekanan laut yang terjadi sebelum badai.
Temuan ini membuka kemungkinan baru dalam memprediksi cuaca ekstrem. Ilmuwan menyatakan bahwa perubahan dalam pola nyanyian paus sirip bisa menjadi sinyal awal sebelum badai muncul. Meski masih dalam tahap uji coba, hasil ini menunjukkan potensi penggunaan teknologi ini untuk memperkuat sistem peringatan dini. Penelitian ini juga menekankan pentingnya konservasi paus sirip sebagai bagian dari ekosistem laut yang kompleks.




























