Ketua Umum PBNU, Gus Yahya Staquf, menyiapkan 1.000 lembar laporan pertanggungjawaban (LPJ) untuk dibacakan di hadapan peserta Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Jombang, Jawa Timur. Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan organisasi.

Pembacaan LPJ akan menjadi bagian dari agenda resmi Muktamar, yang merupakan pertemuan tahunan para pengurus dan anggota NU. Gus Yahya menegaskan bahwa ia yakin tidak ada penolakan terhadap laporan tersebut, karena telah disiapkan secara matang dan sesuai dengan prinsip kejujuran.

Muktamar Ke-35 dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Acara ini juga menjadi ajang dialog antar tokoh ulama dan pemimpin organisasi Islam. Dengan adanya LPJ, diharapkan muncul kepercayaan lebih besar terhadap transparansi pengelolaan keuangan dan kegiatan PBNU.

Pembacaan LPJ dianggap sebagai langkah penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi NU. Gus Yahya menekankan bahwa laporan tersebut akan menjadi dasar evaluasi dan pengambilan keputusan di masa depan.