Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin langsung berangkat ke Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah mengikuti Upacara Kemerdekaan HUT ke-81 RI. Pergeseran ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap dampak gempa besar yang mengguncang wilayah tersebut. Gempa bermagnitudo 7,7 terjadi pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026, dan sempat memicu potensi tsunami. Puluhan warga dilaporkan meninggal, serta sejumlah infrastruktur rusak parah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Rabu, 19 Agustus 2026, terjadi 2.768 gempa susulan. Bantuan darurat telah diberikan oleh Kementerian Sosial dalam bentuk pangan, pakaian, dan kebutuhan primer lainnya senilai Rp14,6 miliar. Pemerintah juga memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) aman hingga 11 hari ke depan.
Selain itu, TelkomGroup memperluas konektivitas satelit di 17 titik terdampak untuk mendukung komunikasi dan pemulihan. Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan meninjau terminal bahan bakar di Labuan Bajo. Upaya pemulihan terus berlangsung, dengan fokus pada kebutuhan dasar masyarakat dan stabilitas logistik.
























