Pada perayaan Kemerdekaan ke-81, mahasiswa Indonesia mengungkapkan kekhawatiran terhadap kondisi demokrasi yang dianggap mengalami pembusukan sistematis. Meski proses pemilu berlangsung normal, para akademisi dan pengamat menyatakan bahwa fondasi demokrasi mulai terganggu. Beberapa di antara mereka menyoroti adanya krisis politik yang memengaruhi kepercayaan publik terhadap institusi.
Kritik terutama mengarah pada kebijakan yang dianggap tidak transparan serta partisipasi masyarakat yang menurun. Mahasiswa menyatakan bahwa demokrasi tidak hanya menjadi alat pemerintahan, tetapi juga wadah untuk keadilan dan keterbukaan. Mereka menekankan perlunya perbaikan sistem agar bisa menghadapi tantangan masa kini.
Beberapa kelompok mahasiswa mengadakan aksi demonstrasi untuk menyoroti isu ini. Mereka meminta pemerintah dan lembaga terkait untuk lebih transparan dalam pengambilan keputusan. Aksi ini menunjukkan kepedulian generasi muda terhadap masa depan demokrasi Indonesia.
Beberapa akademisi menyarankan perlu adanya reformasi yang lebih luas untuk memulihkan kepercayaan masyarakat. Mereka menekankan bahwa demokrasi yang sehat memerlukan partisipasi aktif dari semua lapisan masyarakat.
























