Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Guncangan ini menyebabkan kerusakan infrastruktur dan puluhan korban meninggal. BMKG mencatat terdapat 2.928 gempa susulan hingga Rabu, 19 Agustus 2026.

Pemerintah terus mengirimkan bantuan logistik untuk warga terdampak. Hingga hari kelima pascabencana, total bantuan yang dikirim mencapai 253 ton. Bantuan meliputi makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, dan kebutuhan lainnya. Lima pesawat kembali diterbangkan pada Rabu, 19 Agustus 2026, membawa 65 ton logistik tambahan.

Bupati Asmat memberikan instruksi kepada Dinas Sosial untuk membuka kotak donasi. Upaya penanganan darurat terus berlangsung. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin langsung berangkat ke NTT setelah mengikuti Upacara Kemerdekaan.