Pemerintah Indonesia terus mempercepat pengiriman bantuan untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga hari kelima pascabencana, total 253 ton logistik telah dikirim ke wilayah terkena dampak. Pada Rabu, 19 Agustus 2026, lima pesawat kembali diterbangkan dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, membawa 65 ton bantuan tambahan.
Kementerian Keuangan juga melaporkan bahwa pemerintah telah menerima penawaran utang sebesar Rp 84,76 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah menyerap Rp 34 triliun untuk kebutuhan pembangunan dan pemulihan. Langkah ini menunjukkan upaya pemerintah untuk memperkuat stabilitas ekonomi di tengah tantangan bencana.
Meski fokus utama masih pada bantuan darurat, pemerintah juga memperhatikan dinamika sosial di Jakarta. Kritik dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia terhadap kebijakan pemerintah menunjukkan adanya ketegangan di tengah masyarakat. Namun, pemerintah tetap menekankan upaya menjaga keamanan dan kerukunan.
























