Enam tenda darurat telah didirikan di kompleks RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, sebagai upaya untuk menampung warga yang terdampak gempa besar berkekuatan Magnitudo 7,7. Pelayanan kesehatan tetap berjalan di bawah tenda-tenda tersebut, meskipun kondisi masih memprihatinkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa gempa tersebut menyebabkan kematian 38 orang dan ribuan warga mengungsi.

Gempa yang berpusat di Kabupaten Nagekeo terasa hingga Kabupaten Manggarai Barat. Banyak bangunan rusak, termasuk tempat penginapan, sehingga warga dan wisatawan berhamburan keluar rumah. Kebutuhan darurat meningkat, dengan penambahan tenda darurat dan layanan medis di kompleks rumah sakit.

Pemerintah setempat sedang berupaya memperbaiki infrastruktur yang rusak dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Dampak gempa masih terus dirasakan, dengan risiko potensial terjadinya guncangan lanjutan.

Pemantauan terus dilakukan untuk mengevaluasi kondisi wilayah dan memastikan keamanan warga.