Pemerintah mempercepat penanganan bencana gempa berkekuatan M 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026. Gempa tersebut menyebabkan 47 korban jiwa dan kerusakan ribuan bangunan. Pemerintah menetapkan status tanggap darurat di sejumlah wilayah terdampak.
Selain itu, pemerintah mengirimkan 27 ton logistik ke NTT menggunakan pesawat Hercules. Bantuan tersebut merupakan tahap pertama dari upaya pemulihan. Lebih dari 3.500 personel TNI-Polri dikerahkan untuk mendukung penanganan darurat. Seskab Teddy Indra Wijaya memantau langsung distribusi bantuan di lokasi.
Pemerintah juga aktifkan posko bencana dan fokus pada pemulihan jalur transportasi. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco mengimbau pemerintah untuk memprioritaskan kebutuhan korban gempa. Pemerintah menyiagakan Basarnas, TNI, dan Polri untuk memberikan bantuan di bandara Halim.
Pemerintah terus mempercepat distribusi bantuan dan penanganan darurat di NTT. Upaya pemulihan terus berlangsung untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi.

























