Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui kualitas udara ibu kota semakin memprihatinkan. Ia menjelaskan polusi udara Jakarta kian memburuk setelah hampir tiga minggu tidak diguyur hujan. Kondisi ini memengaruhi kemampuan modifikasi cuaca, yang sebelumnya diharapkan bisa membantu mengurangi polusi.
Pramono menyebutkan kekeringan di Jakarta memperparah masalah udara. Tidak adanya hujan membuat partikel debu dan polutan semakin terperangkap di udara. Situasi ini berpotensi memengaruhi kesehatan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Pemerintah sedang berupaya mencari solusi untuk mengatasi masalah ini. Namun, hingga saat ini, upaya modifikasi cuaca masih terkendala karena kondisi awan yang tidak mendukung. Kondisi ini memperkuat kebutuhan untuk mengambil langkah-langkah lebih lanjut dalam mengelola polusi udara.
Pengendalian polusi udara menjadi prioritas utama pemerintah DKI Jakarta. Langkah-langkah pencegahan dan mitigasi akan terus diupayakan guna memastikan kualitas udara tetap terjaga.
























