Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi 15 Agustus 2026. Guncangan ini menyebabkan kerusakan di beberapa area dan memicu evakuasi warga. Aktivitas geologis Flores Back-Arc Thrust dianggap sebagai penyebab gempa tersebut.
Banyak wisatawan yang sedang berlibur di NTT terkejut dan panik saat gempa terjadi. Beberapa objek wisata mengalami kerusakan, sehingga pengunjung terpaksa meninggalkan lokasi. Pemerintah setempat dan warga sekitar berupaya memastikan keamanan dan menangani dampak gempa.
Untuk memperkuat penanganan, Polri mengirimkan 137 personel, termasuk tim pencarian dan penyelamatan serta tenaga medis. Bantuan darurat terus dikirimkan ke lokasi terdampak. Presiden Prabowo juga mengirimkan 50.000 paket sembako sebagai bantuan darurat.
Pemerintah daerah dan lembaga kemanan terus memantau situasi dan memastikan kebutuhan warga terpenuhi. Dampak gempa masih dalam penelitian lebih lanjut.
























