Pedagang di pasar tradisional Mimika, Papua, melaporkan harga sirih mencapai Rp570.000 per kilogram, mencatatkan rekor tertinggi dalam 22 tahun terakhir. Harga ini meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya, yang berkisar antara Rp300.000 hingga Rp400.000 per kilogram. Penjual menyebut kenaikan harga dipicu oleh permintaan tinggi dari pasar ekspor dan keterbatasan pasokan dari produsen lokal.
Beberapa pedagang menyatakan bahwa harga sirih terus mengalami tekanan akibat krisis logistik dan biaya produksi yang meningkat. Selain itu, cuaca buruk di daerah penghasil sirih juga memengaruhi hasil panen. Meski harga tinggi, permintaan tetap stabil karena sirih tetap menjadi komoditas utama dalam tradisi lokal dan ekspor.
Kenaikan harga ini memicu perhatian pemerintah setempat yang sedang mempertimbangkan intervensi untuk menjaga stabilitas pasar. Namun, hingga saat ini, tidak ada kebijakan yang diterapkan. Pedagang menunggu kebijakan pemerintah untuk mengatasi fluktuasi harga yang terus meningkat.

























