BEM UI memutuskan membatalkan sewa 24 kopaja yang telah direncanakan untuk mendukung aksi demonstrasi mahasiswa. Keputusan ini diumumkan secara mendadak pada Selasa pagi, 18 Agustus. Tindakan ini menimbulkan dugaan intimidasi terhadap peserta aksi.
Pembatalan sewa kopaja terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya, menurut laporan. BEM UI mengklaim keputusan ini diambil untuk menghindari risiko keamanan. Namun, keputusan ini memicu kekecewaan di kalangan mahasiswa yang telah mempersiapkan aksi tersebut.
Ketegangan terus meningkat setelah keputusan ini. Beberapa mahasiswa menyatakan bahwa pembatalan ini mengganggu rencana aksi mereka. BEM UI belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan pembatalan tersebut.
Aksi demonstrasi yang direncanakan masih akan berlangsung, meskipun dengan persiapan yang lebih sederhana. Situasi ini menunjukkan ketegangan antara pihak kampus dan peserta aksi.

























