Para pemimpin negara anggota BRICS melakukan pertemuan di New Delhi dalam KTT ke-18, yang menyerukan pengakhiran blokade ekonomi Amerika Serikat terhadap Kuba. Pertemuan ini dianggap penting untuk stabilitas kawasan dan kepentingan kemanusiaan. Selain itu, para pemimpin juga membahas isu global seperti perang di Tengah Timur, tarif, dan ketegangan geopolitik.

Dalam pertemuan tersebut, beberapa negara anggota BRICS seperti Tiongkok, Rusia, Iran, dan India menunjukkan kesepahaman untuk menyerukan keseimbangan dalam konflik di Tengah Timur. Meski terdapat perbedaan pendapat sebelumnya, mereka berhasil mencapai kesepakatan bersama dalam pernyataan bersama.

Pertemuan ini juga menyoroti fokus pada perdagangan, investasi, dan peran BRICS dalam membentuk agenda global. Forum bisnis BRICS di New Delhi menekankan pentingnya teknologi digital dalam memperkuat hubungan perdagangan antar negara.

Pertemuan BRICS di New Delhi menjadi ajang penting untuk mengupayakan kebijakan ekonomi dan politik yang lebih inklusif di tingkat internasional.