Dentuman misterius yang terdengar di wilayah Bandung Raya pada 4 sampai 5 September 2026 dini hari disebut bukan berasal dari gempa bumi atau cuaca ekstrem, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG memastikan suara dentuman tersebut merupakan fenomena Skyquake atau gempa langit. Fenomena ini terjadi karena perubahan tekanan udara yang signifikan di atmosfer, yang bisa memicu suara keras yang terdengar seperti dentuman.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa Skyquake sering terjadi dan bisa didengar oleh masyarakat. Meski suara yang terdengar cukup keras, tidak ada indikasi kerusakan atau bahaya bagi masyarakat. BMKG menyarankan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik karena fenomena ini tidak membahayakan kehidupan sehari-hari.

Dentuman tersebut sempat memicu kekhawatiran warga Bandung Raya, namun BMKG menegaskan bahwa tidak ada indikasi kejadian alam berbahaya. Fenomena Skyquake ini merupakan hal yang alami dan tidak memerlukan tindakan khusus dari masyarakat.