Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali memicu kekhawatiran global, menurut laporan NASA. Alasan utama mengapa kebakaran sulit dipadamkan hingga November disebabkan oleh kondisi cuaca dan kelembapan yang tidak mendukung upaya pemadaman. NASA mencatat bahwa kebakaran di lahan gambut terus berkembang, menghasilkan asap pekat yang mengganggu kualitas udara.
Satelit Aqua NASA merekam titik panas dan asap yang menghiasi langit Indonesia, memperparah kondisi lingkungan. Kebakaran yang terjadi di daerah gambut memperlihatkan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Kondisi ini memperkuat peringatan bahwa upaya pemadamannya akan sulit dilakukan hingga musim hujan tiba.
Penggunaan teknologi satelit memungkinkan NASA untuk memantau secara real-time titik api dan dampaknya terhadap atmosfer. Namun, keberhasilan pemadaman tetap bergantung pada faktor cuaca dan kebijakan pemerintah. Kondisi ini menunjukkan bahwa karhutla bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga tantangan besar bagi kesehatan masyarakat.




















