Pemerintah Indonesia terus menyalurkan bantuan logistik untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga hari kelima, total bantuan yang dikirim mencapai 253 ton melalui jalur udara, laut, dan darat. Bantuan tersebut ditujukan kepada warga yang terdampak gempa berkekuatan M 7,7 di Mbay, Nagekeo, Flores, NTT.

Gempa tersebut memicu sejumlah korban jiwa dan luka. Hingga Selasa (18/8/2026), tercatat 70 orang tewas, 230 orang luka berat, dan 308 orang luka ringan. Data ini diperbarui oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Basarnas. Akses jalan ke daerah terdampak masih sulit, sehingga evakuasi warga dilakukan melalui udara.

Selain bantuan logistik, pemerintah juga mempersiapkan kunjungan Presiden Prabowo ke NTT. Namun, kunjungan tersebut masih dalam tahap persiapan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah terus memantau kondisi di lapangan sebelum menentukan jadwal.

Bupati Asmat juga menginstruksikan Dinas Sosial untuk membuka kotak donasi bagi korban gempa. Donasi dari berbagai pihak terus berdatangan, baik dari dalam maupun luar negeri.