Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menyebabkan korban meninggal bertambah menjadi 75 orang dan sekitar 92.735 warga mengungsi. Badan Geologi melaporkan tiga kejadian bencana dalam peristiwa gempa, termasuk tsunami dan gerakan tanah. BNPB terus menyisir wilayah terdampak untuk memastikan kondisi warga dan memetakan kebutuhan bantuan.

Operator SPBU Pertamina Patra Niaga di NTT memastikan pelayanan energi tetap berjalan meski dalam kondisi pemulihan. Dedikasi para pekerja di lapangan memungkinkan layanan tetap beroperasi. Selain itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengirimkan tim Satuan Tugas Bencana untuk merespons keadaan darurat.

BNPB mencatat telah terjadi 3.752 gempa susulan di NTT. Wamendikdasmen Atip Latipulhidayat mengalami getaran gempa susulan saat memberikan keterangan pers secara virtual. Kamera siaran video ikut bergetar, menunjukkan dampak gempa yang terasa jelas.

Pemulihan dan penanganan bantuan terus berlangsung di berbagai daerah terdampak, termasuk Kabupaten Manggarai Barat. Upaya memastikan bantuan sampai ke titik terisolasi masih berlangsung.