Warga NTT yang masih bertahan di pengungsian menghadapi tantangan sehari-hari setelah gempa mengguncang wilayah tersebut. PNM terus bergerak mendampingi warga terdampak dari posko ke posko, memastikan kebutuhan pokok tetap terpenuhi. Di sisi lain, puluhan mahasiswa KKN Gentaskin memilih bertahan di Manggarai Timur, Flores, untuk terus membantu korban gempa.
Menteri Koordinator PMK dan Kepala BNPB melakukan inspeksi langsung di lokasi terparah, termasuk rumah sakit di Ruteng. Mereka memastikan proses evakuasi dan pendistribusian bantuan masih berlangsung. Gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 menyebabkan kerusakan luas, termasuk 1.378 sekolah yang terdampak.
Krisis air bersih semakin parah akibat gempa, memperparah kondisi warga. Pemerintah sedang mempersiapkan kelas darurat untuk anak-anak yang terdampak. Upaya penanganan pascagempa terus berlangsung, dengan fokus pada kebutuhan dasar dan pemulihan infrastruktur.


























