BNPB mencatat jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 75 orang. Angka ini terus bertambah setelah gempa mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Selain korban jiwa, sekitar 92.735 warga terpaksa mengungsi akibat kerusakan infrastruktur dan rumah yang hancur.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus menyisir wilayah terdampak untuk memastikan kondisi warga. Tim juga memetakan kebutuhan bantuan kemanusiaan. Pemulihan dan pendataan korban masih berlangsung di beberapa daerah. Pemerintah juga menyiapkan kelas darurat untuk 1.378 sekolah yang terdampak gempa.

Organisasi seperti PNM terus bergerak di lapangan untuk mendampingi warga terdampak. Mereka menyalurkan bantuan kebutuhan sehari-hari kepada warga yang masih bertahan di pengungsian. Upaya evakuasi dan distribusi bantuan terus berlangsung di tengah kondisi yang masih kritis.

Kerusakan infrastruktur dan rumah yang parah memperparah situasi. BNPB memastikan bantuan bisa sampai ke titik terisolasi. Proses pemulihan akan membutuhkan waktu, namun upaya penanganan terus berjalan.