Kabut asap yang diakibatkan kebakaran lahan di Kalimantan, Indonesia, semakin memburuk dan memengaruhi kualitas udara di wilayah Sarawak, Malaysia. Kondisi ini menyebabkan visibilitas berkurang hingga kurang dari 20 meter, memicu kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat.
Kebakaran lahan yang terjadi di Kalimantan terus menghasilkan asap yang bergerak ke arah utara, melintasi perbatasan dengan Malaysia. Kondisi ini berpotensi memperparah masalah kualitas udara di daerah sekitar, terutama di wilayah perbatasan.
Pemerintah setempat sedang berupaya memantau dan mengendalikan titik api yang masih aktif. Namun, hingga saat ini, upaya pemadaman masih terbatas karena kondisi cuaca dan kesulitan akses ke lokasi kebakaran.
Kondisi ini menunjukkan dampak langsung dari kebakaran lahan yang terus berlangsung, menunjukkan pentingnya upaya pencegahan dan penanganan yang lebih efektif.
























