Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis pagi, 20 Agustus 2026, dengan magnitudo 5,8. Gempa ini tidak berpotensi menyebabkan tsunami, menurut laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026, menyebabkan gempa susulan yang terus berlangsung. BMKG mencatat total 2.768 gempa susulan dengan magnitudo 1,1 hingga 6,2 sejak peristiwa utama.

Pemerintah telah menyalurkan dana sebesar Rp 44 miliar untuk penanganan bencana di wilayah terdampak. Selain itu, infrastruktur telekomunikasi berhasil pulih hampir 99,9 persen, menurut Kementerian Komunikasi dan Digital. Meski masih ada gempa susulan, upaya pemulihan dan penanganan bencana terus berjalan lancar. Beberapa warga mengalami kesulitan selama gempa, termasuk peristiwa melahirkan di tengah guncangan. Pemulihan infrastruktur dan bantuan darurat terus ditingkatkan.