Pemerintah mengaktifkan posko bencana untuk memulihkan jalur transportasi setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini diambil sebagai respons langsung terhadap dampak yang diakibatkan oleh bencana alam tersebut. Pemerintah juga mengerahkan pejabat, logistik, tenaga kesehatan, serta kebutuhan darurat untuk masyarakat terdampak.
Selain itu, Pemerintah menyiagakan bantuan di Bandara Halim untuk memastikan akses logistik dan bantuan darurat dapat diteruskan ke lokasi terparah. Tim Basarnas, TNI, dan Polri turut terlibat dalam upaya penyelamatan dan penanganan darurat. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta Pemerintah untuk memprioritaskan kebutuhan korban gempa, menegaskan pentingnya kecepatan dan keterjangkauan bantuan bagi warga yang terdampak.
Presiden Prabowo Subianto juga turut memberikan dukungan dengan mengirimkan 50.000 paket sembako untuk warga terdampak. Upaya ini menunjukkan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi krisis. Pemerintah terus memantau kondisi dan memperkuat respons darurat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

























