Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa perdagangan antaranggota Kelompok BRICS telah mencapai nilai US$1,2 triliun, menegaskan kembali komitmen negara-negara anggota untuk membangun kemandirian ekonomi di tengah tekanan dari luar. Pernyataan ini disampaikan dalam sidang tahunan BRICS yang berlangsung di New Delhi, India, sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan kebijakan antarnegara.
Dalam pidatonya, Putin menekankan bahwa kemandirian ekonomi menjadi prioritas utama bagi BRICS, terutama dalam menghadapi kebijakan ekonomi global yang dianggap tidak adil. Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat kerja sama dalam perdagangan dan investasi, serta mengurangi ketergantungan pada mata uang asing.
Selain itu, Putin menyebut bahwa BRICS memiliki potensi besar untuk menjadi pendorong utama dalam sistem ekonomi global yang lebih seimbang. Ia menegaskan bahwa negara-negara anggota akan terus memperkuat koordinasi dalam menghadapi tantangan ekonomi dan politik yang semakin kompleks.
Pertemuan BRICS juga menjadi panggung bagi negara-negara anggota untuk membahas isu-isu global seperti perubahan iklim, keamanan energi, dan krisis ekonomi. Kehadiran Putin di tengah situasi geopolitik yang tidak stabil menambahkan dimensi politik dalam pertemuan ini.


























