Pembelajaran bahasa asing di tingkat Sekolah Dasar (SD) menjadi isu kontroversial setelah wacana yang diusung oleh Prabowo. Ia menekankan pentingnya pendidikan bahasa asing sejak dini untuk meningkatkan kompetitivitas nasional. Namun, kritik muncul terkait kebijakan ini yang dianggap melompati masalah dasar pendidikan.

Beberapa ahli pendidikan menyoroti krisis literasi dan rendahnya skor PISA yang masih menjadi tantangan utama. Mereka menilai, sebelum memprioritaskan bahasa asing, pemerintah perlu memperbaiki kualitas pendidikan dasar. Selain itu, kondisi kesejahteraan guru juga dinilai memengaruhi efektivitas pembelajaran.

Wacana ini memicu perdebatan di kalangan masyarakat. Beberapa menyambut baik kebijakan tersebut sebagai langkah untuk menyiapkan generasi muda. Namun, ada pihak yang mempertanyakan kebijakan ini tanpa mempertimbangkan kondisi pendidikan saat ini.

Pemerintah belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai rencana implementasi wacana tersebut. Kebijakan ini masih dalam tahap diskusi dan belum menjadi kebijakan resmi.